Kebudayaan yang Terkait Dengan Budaya Asal Daerah ( Jawa Barat )
Kebudayaan
jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata colere, yang
berarti mengolah tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai
“segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan
untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya
atau dapat pula diartikan sebagai segala usaha manusia untuk dapat
melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya. Budaya dapat
pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari mengacu pada
pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial yang merupakan kekhususan
kelompok sosial tertentu.
Kebudayaan
adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapat oleh
manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan perkataan lain kebudayaan mencakup
kesemuannya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusiaanggota masyarakat.
Secara
praktis bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama itu dihayati
benar-benar oleh para pendukung kebudayaan yang bersangkuutan dalam kurun waktu
tertentu.
Sistem
nilai gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam 3 sistem
kebudayaan secara terperinci, yaitu sistem ideologi, sosial, dan sistem
teknologi.
Sistem
sosial meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi
sebagai pengarahan untuk sistem sosial dan berupa interpretasi operasional dari
sistem nilai dan gagasan utama yang berlaku dalam masyarakat.
Sistem
teknologi meliputi segala perhatian serta penggunanya sesuai dengan nilai
budaya yan gberlaku. Dalam kebudayaan yang terutama agraris, misalnya dengan
sendirinya sistem teknologi sesuai dengan keperluan pertanian.
Kebudayaan yang terkait dengan budaya asal daerah
-
Jawa Barat
Budaya jawa barat tidak sepenuhnya sudah terpengaruh oleh
budaya luar, contohnya di wilayah jawa barat “pinggiran” yang masih
mempertahankan keaslian budayanya, tetapi bertolak belakang dengan sebagian
wilayah jawa barat yang sudah menjadi kota metropolitan layaknya DKI Jakarta,
di sisi ini jawa barat sudah banyak terpengaruh oleh budaya-budaya luar seperti
fashion item yang terus berganti
seiring waktu, fashion item yang dulunya
terkesan tertutup dan masih “layak” untuk dilihat, saat ini berubah drastis
menjadi sebuah item yang terlihat
sangat “kekurangan bahan” alias minim.
Budaya lain yang sudah terpengaruh oleh dunia luar antara
lain, gaya hidup, kuliner, dan perilaku yang terkesan angkuh dan
membangga-banggakan apa yang sudah dimilikinya. Untuk segi gaya hidup, tidak
hanya di daerah jawa barat yang sudah terpengaruh, seperti DKI Jakarta, gaya
hidup yang saat ini kita ketahui terlihat jelas yaitu seperti sarapan layaknya
orang “barat” yang biasa hanya makan roti dan minum susu, padahal budaya Indonesia
yang kita ketahui ‘kalo belum makan nasi namanya belom makan’, tapi ini sudah
mulai pudar nampaknya.
Untuk
budaya lainnya seperti kuliner, terpengaruh dan terkait dalam arti
makanan-makanan khas jawa barat yang mulai berkurang peminatnya, seperti saat
ini yang kita ketahui mayoritas restoran-restoran kebanyakan hanya menyediakan
makanan khas beberapa Negara diluar Indonesia. Makanan khas jawa barat hanya
tersedia di warung-warung emperan yang kalo di bandingkan dengan restoran jauh
berbanding peminatnya.
Komentar
Posting Komentar