Expert System || Pengantar Teknologi Sistem Cerdas
Expert
System
Secara
umum, expert system merupakan system yang berusaha mengdopsi pengetahuan
manusia ke computer agar computer dapat menyelesaikan masalah seperti yang
biasa dilakukan oleh para ahli. Tentunya system pakar ini dirancang guna menyelesaikan
suatu masalah tanpa meniru kinerja para ahli, ditujukan agar para
pemula/pengguna awan pun dapat menggunakan system ini untuk menyelesaikan
permasalah yang rumit sekalipun.
Beberapa pendapat para ahli mengenai Expert System,
diantaranya :
1.
Durkin : system pakar adalah suatu program
computer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang
dilakukan oleh seorang pakar.
2.
Ignizio : system pakar adalah suatu model dan
prosedur yang berkaitan dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat
keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
3.
Giarratano & Riley : system pakar adalah
suatu system computer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.
Jadi secara keseluruhan, pengertian expert system sendiri
adalah suatu system yang mempunyai kemampuan seperti seorang ahli pakar atau
mempunyai seorang ahli dalam bidang tertentu, dimana dapat menjamwab masalah
dan memberikan keputusan seperti seorang pakar.
Sejarah
Expert system
Pertama
kali dikembangkan oleh komunitas AI (Artificial Intellegence) pada pertengahan
tahun 1956. Sistem Pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan
Simon. Pertengahan tahun 1960-an, terjadi pergantian dari program serba bisa (general-purpose) ke program yang
spesialis (special-purpose) dengan
dikembangkannya DENDRAL oleh E.Feigenbauh dari Universitas Stanford dan
kemudian diikutu oleh MYCIN.
Awal tahun 1980-an, teknologi Sistem Pakar yang mula-mula
dibatasi oleh suasana akademis mulai muncul sebagai aplikasi komersial,
khususnya XCON, XSEL (dikembangkan dari R-1 pada Digital Equipment Corp.) dan
CATS-1 (dikembangkan oleh General Electric). Sistem Pakar dari tahun ketahun
selalu mengalami perkembangan.
Konsep
dasar Expert System
1.
Pengetahuan dasar, pengetahuan pada bidang
tertentu
2.
Pengalihan pengetahuan
3.
Inferensi
4.
Aturan
5.
Fasilitas penjelasan
6.
Kemampuan rekomendasi
Ciri-ciri
Expert System
1. Memiliki fasilitas informasi yang handal
2.
Mudah dimodifikasi
3.
Dapat digunakan dalam berbagai jenis computer
4.
Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
|
- Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan
perkerjaan para ahli
- Bisa melakukan proses secara berulang secara
otomatis
- Menyimpan pengetahuan dan keahlian dari para
pakar
- Meningatkan output dan produktivitas
- Meningkatkan kualitas
- Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para
pakar
- Mampu beroperasi dalam lingkungan yang
berbahaya
- Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
- Memiliki reabilitas
- Meningkatkan kapabilitas system computer
- Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan
informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
- Sebagai media pelengkap dalam pelatihan
- Meningkatkan kapabilitas dalam menyelsaikan
masalah
- Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan
|
- Biaya yang diperlukan dalam pembuatan aplikasi
system pakar dan memliharanya sangat mahal
- Sulit dikembangkan, hal ini tentu aja erat
kaitannya dengan ketersediaan pakar di bidangnya
- System pakar tidak 100% bernilai benar
- Kepakaran tidak selalu tersedia pada
bidang-bidang tertentu.
|
Tipe Dasar
Expert System
1. Stand alone, software yang berdiri sendiri,
tidak tergantung dengan program lain
2. System tergabung, system ini merupakan bagian
dari program lain yang masih bersifat konvensional
3. System terhubung dengan software lain, system
pakar yang berhubungan dengan paket program DBMS
4. System mengabdi, merupakan bagian dari computer
khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi.
Beberapa contoh dari Expert System, diantaranya :
-
MYCIN, dirancang oleh Edward Feigenbaum (Univ.
Stanford) tahun 70 an untuk diagnose penyakit
-
DENDRAL, untuk mengidentifikasi struktur
molecular campuran yang tidak dikenal
-
XCON & XSELD, dikembangkan oleh DEC dan CMU,
akhir 70 an untuk membantu konfigurasi system computer besar
-
SOPHIE, analisis sirkuit elektronik
-
PROSPECTORD, design oleh Sheffield Research
Institute, akhir 70 an untuk digunakan didalam geologi untuk membantu mencari
dan menemukan deposit
-
FOLIO, untuk membantu memberikan keputusan bagi
seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
-
DELTA, untuk pemeliharaan lokomotif listrik.
Struktur
Expert System
System pakar disusun oleh 2 bagian utama , yaitu :
1.
Lingkungan pengembangan
o
Lingkungan pengembangan system pakar digunakan
untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan system pakar
o
Digunakan sebagai pembangunan system pakar baik
dari segi pembangunan komponen maupun basis pengetahuan
2.
Lingkungan konsultasi
o
Lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna
yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar
o
Digunakan oleh seseorang yang bukan ahli untuk
berkonsultasi.
Komponen-komponen Expert System
1.
Subsistem
penambahan pengetahuan.
Bagian ini digunakan untuk memasukkan pengetahuam, mengkonstruksi atau
memperluas pengetahuan dalam basis pengetahuan
2.
Basis
Penetahuan.
Berisi pengetahuan-pengetahuan yangdibutuhkan untuk memahami,
memformulasikan dan menyelesaikan masalah
3.
Motor
inferensi.
Berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap
informasi-informasi dalam basis pengetahuan dan blackboard, serta digunakan
untuk memformulasikan konklusi
4.
Blackboard.
Merupakan area dalam memori yang digunakan untuk merekam kejadian yang
sedang berlangsung termasuk keputusan sementara.
5.
Antarmuka.
Digunakan untuk media komunikasi antar user dengan program
6.
Subsitem
Penjelasan.
Digunakan untuk melacak respond danmemberikan penjelasan tentang kelakuan
system pakar secara interaktif melalui pertanyaan
7.
System
Penyaring Pengetahuan.
System
ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja system pakar itu sendiri untuk melihat
apakah pengetahuan-pengetahuan yang ada masih cocok untuk digunakan di masa
mendatang.
Komentar
Posting Komentar